Islam memandang bahagia sebagai tujuan akhir hidup manusia. Segala aspek kehidupan, baik material maupun spiritual, diarahkan ke arah mencapai kebahagiaan yang hakiki. Namun, bagaimana sebenarnya Islam memandang bahagia? Apa yang harus dilakukan manusia agar mendapatkan kesenangan sejati?
Artikel ini akan membahas dengan detail mengenai pandangan Islam tentang bahagia, kelebihan dan kekurangan, hingga cara mendapatkan bahagia yang hakiki. Simak baik-baik ya Sobat Pontianak!
Pertama-tama, mari kita definisikan pengertian bahagia menurut Islam. Bahagia dalam pandangan Islam bukan semata-mata kepuasan diri atau kesenangan sesaat. Bahagia sejati adalah ketenangan pikiran dan hati, disertai rasa tenang dan bahagia dalam menjalani hidup sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Islam mengajarkan bahwa bahagia tidak dapat ditemukan hanya dari materi dan dunia fana. Salah satu contohnya dapat kita temukan dalam hadits Rasulullah saw. yang berbunyi “Barangsiapa yang tidak memikirkan keadaan orang lain, maka Allah tidak akan memikirkan keadaannya. (HR. Bukhari).”
Bahagia dalam hidup dunia dan akhirat merupakan pandangan Islam yang banyak dipegang. Keberuntungan dalam hidup dunia dan akhirat merupakan dua sisi mata uang yang sama. Apa yang Kamu lakukan di dunia, baik atau buruk, akan mempengaruhi kehidupanmu di akhirat. Oleh karena itu, mencari kebahagiaan harus dipertimbangkan dalam kaitannya dengan mencari keberuntungan akhirat.
Islam memandang bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat ditemukan dengan mengesampingkan kepentingan diri sendiri, dan mengabdi kepada Sang Pencipta. Ketaatan kepada Allah SWT adalah kunci bahagia yang hakiki dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam pandangan Islam, orang bahagia adalah mereka yang beribadah dengan tulus dan mengabdi kepada Allah dalam segala aspek. Mereka memandang sesama manusia sebagai saudara seiman dan selalu siap membantu sesama dengan niat ikhlas bukan untuk mencari pujian.
Islam mengajarkan bahwa bahagia merupakan tujuan akhir yang harus dicapai manusia. Bahagia menurut Islam adalah ketenangan pikiran dan hati, disertai sikap patuh dan tunduk kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, kebahagiaan dapat ditemukan dalam praktik-praktik keIslam-an seperti shalat, puasa, menolong sesama, dan lainnya.
Memiliki keyakinan yang kuat dan selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik adalah sumber kebahagiaan yang tak tergoyahkan. Dalam kondisi apapun, orang yang bahagia selalu optimis dan berusaha mencari solusi terbaik.
Islam mengajarkan bahwa kesenangan dunia bukanlah sumber kebahagiaan yang hakiki. Hal ini mengakibatkan terjadinya kesalahan pemahaman yang menghasilkan perkara yang merugikan individu dan masyarakat.
Islam memandang bahwa dalam mencari kebahagiaan, kita harus menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Misalnya seperti judi, narkoba, pergaulan bebas, dan lainnya. Hal semacam ini akan menimbulkan kesulitan dan ketidakbahagiaan.
Kunci utama dalam mendapatkan kebahagiaan menurut Islam adalah menjaga ketaatan kepada Allah SWT. Kepatuhan kita dalam menjalankan ibadah-ibadah dan mengikuti ajaran Islam akan membuat kita lebih dekat dengan-Nya.
Melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zikir, dan membaca Al-Quran adalah sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah. Dalam Islam, orang yang dekat dengan Allah akan dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki.
Jangan pernah memandang rendah atau merendahkan orang lain. Memandang kebaikan sesama dengan pandangan positif dan selalu bersikap hormat pada orang tua dan guru juga termasuk dalam cara mendapatkan kebahagiaan menurut Islam.
Selain itu, jangan mencari kebahagiaan hanya untuk diri sendiri dan keluarga. Sedekah, bersedekah, dan menolong sesama yang membutuhkan, akan memberikan kebahagiaan yang hakiki dan membuat kita lebih dekat dengan Allah SWT.
4. FAQ Tentang Bahagia Menurut Islam
4.1. Apa Saja yang dapat Menjadikan Seseorang Bahagia Menurut Islam?
Kesimpulannya, Islam mengajarkan bahwa bahagia bukanlah hanya kesenangan sesaat atau kepuasan diri semata. Bahagia menurut Islam adalah ketenangan pikiran dan hati, disertai ketaatan kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, untuk menjadi bahagia menurut Islam, kita harus membersihkan hati dan pikiran dari perilaku buruk, serta meningkatkan amal ibadah dan perbuatan baik. Selalu jaga ketaatan kepada Allah, dan selalu menolong sesama yang membutuhkan. Dengan begitu, kita dapat menemukan kebahagiaan yang hakiki dalam hidup kita.
Mari kita mulai mengambil tindakan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadilah orang yang selalu optimis dan bersikap positif dalam kehidupan, serta selalu siap membantu sesama yang membutuhkan.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Sobat Pontianak. Ingatlah selalu, bahagia menurut Islam adalah ketenangan pikiran dan hati yang didapat melalui ketaatan dan keberhasilan di akhirat.
Teruslah belajar dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik setiap hari, dan jangan lupa untuk selalu memberikan manfaat bagi sesama. Wassalamu’alaikum Sobat Pontianak!
Related video of Bahagia Menurut Islam: Menemukan Kesenangan Sejati